Shubuh: 04:43 WIB | Dzuhur: 12:05 WIB | 'Asar: 15:10 WIB | Maghrib: 18:09 WIB | 'Isya': 19:20 WIB
 
"Serulah (manusia) kepada jalan Rabb-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik"

Opini

Selasa, 25/08/2009
Menepis Tuduhan Ekstrimitas
Rabu, 25/02/2009
PEMILU DALAM PANDANGAN MUSLIM
Rabu, 14/01/2009
YAHUDI DAN KEJAHATAN

Kajian

Minggu, 01/06/2008
Beda Takwil dan Hermenetika
Rabu, 28/05/2008
Tafsir Saintifik Isyarat-isyarat Ilmiah dalam Al-Qur'an;
Sabtu, 24/05/2008
Toleransi dan Intoleransi dalam Alquran

Kemukjizatan Ilmiah

Senin, 13/07/2009
Fenomena Hujan dalam Alquran
Kamis, 22/05/2008
Turunnya Besi dari Langit
Selasa, 22/04/2008
Kemu'jizatan Al Quraan

Tafakur

Selasa, 27/10/2009
Manipulasi Iblis
Kamis, 22/10/2009
Berbakti Kepada Orang Tua
Jumat, 11/09/2009
Keutamaan dan Adab Itikaf

Khutbah Jumat

Senin, 31/08/2009
Memurnikan Niat Puasa
Selasa, 25/08/2009
Ramadhan Sarana Memperbaharui Kehidupan
Minggu, 23/08/2009
Menepis Tuduhan Ekstrimitas

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم: مِنْ حُسْنِ إِسْلاَمِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لاَ يَعْنِيْ

Dari Abu Hurairah radhiallahuanhu dia berkata : Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda : Merupakan tanda baiknya Islam seseorang, dia meninggalkan sesuatu yang tidak berguna baginya.
(HR Turmuzi)

-

Peresmian Masjid IKADI Cilacap

Rabu, 15/04/2009

Cilacap (20/3) – Atas berkah rahmat Allah swt serta kerjasama dan kontribusi dari semua pihak, pembangunan masjid IKADI di jl.Kutilang barat RT 01 RW 11 Kelurahan Donan Cilacap telah selesai dirampungkan. Masjid IKADI dikerjakan selama 4 bulan semenjak pertengahan November 2008. Masjid IKADI adalah bangunan Masjid ke 1.043 yang dibangun oleh Yayasan Hilal Ahmar Uni Emirates Arab.

“Masjid IKADI berdiri atas kontribusi semua pihak. Mulai dari Yayasan Hilal Ahmar dari Uni Emirate Arab, H Sukardi selaku pihak waqif, IKADI Kab Cilacap serta seluruh masyarakat. Maka masjid IKADI sudah seharusnya menjadi milik semua pihak, bukan hanya seseorang atau segolongan pihak” ungkap Ust Faiz Al Hamidi dalam sambutan pembukaannya. “Sesungguhnya, masjid adalah rumah Allah yang ada diatas bumi. Maka, harus dijadikan sebagai sarana taqorub ilalloh. Kita umat Islam harus memakmurkan masjid dan merasa betah di masjid karena sedang jadi tamu Allah. Makin sering bertandang ke rumah tetangga, maka kita makin akrab dengannya. Makin lama di masjid, insya Allah juga tambah dekat kepada Allah” tambahnya sambil tersenyum.

Acara peresmian masjid IKADI dilakukan pada hari Jum’at (20/3) pukul 13.00 dan dihadiri sekitar 100 orang yang terdiri dari tokoh masyarakat, alim ulama, donatur maupun masyarakat sekitar.Peremian ini ditandai dengan penyerahan secara symbolis berupa karpet,sound sytem dan al quran dari Ir Slamet Riyadi sebagai perwakilan Yayasan Hilal Ahmar kepada ust.Faiz Al Hamidi dari IKADI.

Ir Slamet riyadi menyampaikan apresiasi yang kepada masyarakat atas dukungan dan partisipasi masyarakat. “Setelah masjid berdiri dan diresmikan, kami berharap bisa dijadikan sebagai tempat sholat berjama’ah. Juga sebagai sarana perekat ukhuwah Islamiah. Jangan lagi mau dikotak-kotakkan dalam berbagai sekat seperti ormas dan partai sebagaimana terjadi di beberapa daerah” ujarnya bersemangat.

Lebih lanjut, Ir Slamet Riyadi juga menegaskan bahwa masjid harus menjadi sarana dakwah dan tarbiyah islamiah. “Keberadaan masjid di suatu daerah harus mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar khususnya semaraknya dakwah islamiah. Maka masjid harus menjadi tempat bagi masyarakat untuk memperdalam pemahaman agamanya” ungkapnya serius.

Dalam sesi pengajian, Ust Arwani Amin, Lc menyoroti fungsi dan peran masjid dalam dakwah islamiah. “Masjid memiliki posisi sentral dalam diri umat Islam. Sekarang, umat Islam cenderung memaknai fungsi masjid sebatas ruang lingkup ubudiah. Padahal masjid bisa digunakan sebagai sarana ta’aruf dan universitas untuk mencerdaskan umat” ungkapnya.

“Bahkan, masjid bisa pula digunakan sebagai tempat pelarian jika ada masalah” pancing Ust Arwani Amin, Lc kepada jama’ah. “Hal ini pernah terjadi pada ‘Ali bin Abu Tholib ra. Saat dirinya ada masalah dengan istrinya, ‘Ali bin Abu tholib. ra tidak refreshing ke gunung, pasar atau ke tempat maksiat seperti yang dilakukan oleh masyarakat sekarang, tapi merenung di masjid. Perilaku seperti ini perlu kita biasakan dimasa sekarang” ungkapnya ringan yang disambut senyum seluruh hadirin.

Acara ditutup dengan do’a yang dipimpin oleh Ust Wahid Ahmadi yang merupakan ketua IKADI Jawa Tengah serta sholat ‘ashar berjama’ah. (M Hatta).


Lainnya: