وَلَوْ كَانُوا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالنَّبِيِّ وَمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مَا اتَّخَذُوهُمْ أَوْلِيَاءَ وَلَكِنَّ كَثِيرًا مِنْهُمْ فَاسِقُونَ
Sekiranya mereka beriman kepada Allah, kepada Nabi (Musa) dan kepada apa yang diturunkan kepadanya (Nabi), niscaya mereka tidak akan mengambil orang-orang musyrikin itu menjadi penolong-penolong, tapi kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang fasik.
QS. Al-Maidah: 81
-
Selasa, 28/07/2009
BANDA ACEH - Ikatan Dai Indonesia (Ikadi) Kota Banda Aceh, Minggu (12/7) mengelar pelatihan pengkaderan dai bagi generasi muda di Masjid Babut Taqwa, Kompleks Aspol Kuta Alam. Acara tersebut diikuti oleh puluhan peserta yang terdiri dari unsur mahasiswa, Ormas, LSM dan pemuda. Ketua Ikadi Banda Aceh, Mulyadi Nurdin, di sela-sela berlangsungnya acara tersebut kepada Serambi mengatakan, tujuan dari kegiatan itu untuk menggali potensi para dai yang ada di tengah-tengah masyarakat.
Mulyadi mengharapkan, para peserta mampu menyampaikan ajaran Islam dengan benar kepada masyarakat, karena proses pengkaderan akan dilakukan selama tiga bulan. “Peserta yang pernah ikut pelatihan dai ini akan dipanggil tiga bulan kemudian untuk ikut lagi pendalaman materi lanjutan tentang agama Islam. Dan kegiatan ini akan berlangsung setiap Minggu di Masjid Babut Taqwa, Kompleks Aspol Kuta Alam, “ tambahnya. Dikatakan, semangat para dai belakangan ini diakui tampak surut, sehingga Ikadi Banda Aceh merasa tergugah dan terpanggil untuk memacu semangat para dai untuk tetap berjuang menyiarkan ajaran agama Islam.
Sumber:SerambiNews