Minggu, 29/11/2009

Bagi Anda pengunjung setia www.ikadi.org, untuk mengetahui berita dan artikel terbaru kami silahkan mengunjungi www.ikadi.or.id . Terima kasih atas kunjungan serta partisipasi Anda.
Solidaritas untuk Korban Gempa Sumbar
Musibah gempa bumi di Sumatera Barat, Jambi dan sekitarnya telah menimbulkan banyak korban dan sangat membutuhkan bantuan materi dan non materi.
Pengurus Pusat Ikatan Da’i Indonesia (PP Ikadi) menyerukan kepada seluruh PW dan PD Ikadi se-Indonesia untuk menggalang aksi solidaritas kemanusiaan bencana gempa Sumatera di wilayah dan daerah masing-masing. Semua bentuk bantuan agar berada dibawah koordinasi PP Ikadi dan jika dalam bentuk uang agar ditransfer ke rekening Ikadi 0030090676 a/n. Ikatan Da’i Indonesia, Bank Syariah Mandiri Cab. Warung Buncit.
Rabu 9/9 PP Ikadi bekerjasama dengan Yayasan Al Athiyah Al Khairiyah Jakarta menyerahkan bantuan untuk korban gempa di Kab. Ciamis, Jawa Barat. Penyerahan bantuan dilakukan di dusun Kersaratu, desa Mangun Jaya dengan jumlah penerima 200 KK dilanjutkan dengan ifthor jama' dan serahterima bantuan di desa Purwadadi. Hadir dalam acara tersebut bendahara PP Ikadi H.M. Aniq Syahuri Lc, Ketua PD Ikadi Ciamis H.Muhtadin Lc, dan Bendahara PD Ikadi Ciamis H.Asep.
Sabtu (22/8) PP Ikadi menggelar Dauroh Pengajar Rumah Tahfizh. Acara yang digelar bekerjasama dengan Yayasan Daarul Quran ini terbagi dalam 2 sesi yakni Mudzakarah dan Dauroh.
Menyambut bulan suci Ramadhan 1430H, Sabtu pagi (8/8) PP Ikadi bekerjasama dengan Yayasan Masjid PB Sudirman Cijantung menggelar Tarhib Ramadhan 1430H.
Kamis (6/8) lalu telah dilakukan penyerahan dana kemanusiaan Palestina. Dana diserahkan langsung oleh Ketua Umum IKADI Prof.Dr. Achmad Satori kepada perwakilan rakyat Palestina.
Alhamdulillah acara Musyawarah Wilayah (MUSYWIL) I Ikatan Da`i Indonesia (IKADI) Sumatera Barat, telah terlaksana pada tanggal 3-5 Juli 2009 di Perguruan Islam Ar-Risalah Koto Tangah Padang. Selain itu juga telah terbentuk susunan pengurus Ikadi Wilayah Sumatera Barat periode 2009-2014.
BANDA ACEH - Ikatan Dai Indonesia (Ikadi) Kota Banda Aceh, Minggu (12/7) mengelar pelatihan pengkaderan dai bagi generasi muda di Masjid Babut Taqwa, Kompleks Aspol Kuta Alam. Acara tersebut diikuti oleh puluhan peserta yang terdiri dari unsur mahasiswa, Ormas, LSM dan pemuda. Ketua Ikadi Banda Aceh, Mulyadi Nurdin, di sela-sela berlangsungnya acara tersebut kepada Serambi mengatakan, tujuan dari kegiatan itu untuk menggali potensi para dai yang ada di tengah-tengah masyarakat.
Mengapa Israel tak mampu sepenuhnya menaklukkan Gaza? Rahasianya, Gaza adalah Baitul Huffadz Qur’an alias rumag para penghafal Qur’an. Sampai saat ini, menurut informasi yang dilansir info-Palestina, di Gaza terdapat hampir 5000 Hafidz dan Hafidzah. Di kepala dan qalbu merekalah, Allah SWT “menitipkan” keabadian Kalam-Nya sehingga terjaga kemurniannya.
Panggilan Allah kepada kita dalam kehidupan ini sangat banyak sifatnya. Seruan itu dapat bersifat harian seperti sholat lima waktu, atau bersifat mingguan seperti sholat jumat, bahkan tahunan seperti puasa, zakat dan haji. Semua panggilan itu wajib hukumnya untuk dipenuhi. Sebagaimana firman Allah:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اسْتَجِيبُوا لِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ إِذَا دَعَاكُمْ لِمَا يُحْيِيكُمْ
“Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepadamu.” (QS. Al-Anfal: 24)
Memenuhi seruan Allah terhadap suatu yang memberi kehidupan tentunya akan dilaksanakan dengan segera, seperti halnya jika ada panggilan untuk..
دعْ مَا يَرِيْبُكَ إِلَى مَا لاَ يَرِيْبُك
Tinggalkanlah apa yang meragukanmu kepada apa yang tidak meragukanmu.
(HR Turmuzi)
-
Kita sering mendengar tuduhan musuh-musuh Islam bahwa agama kita adalah agama ekstrim. Umat Islam Palestina yang tergabung dalam Hamas dan ingin melepaskan diri dari cengkeraman penjajahan Israel juga disebut sebagai kelompok Ekstrim. Orang-orang yang komit dengan agamapun sering disebut ekstrim. Kiranya kita perlu melihat lebih dekat apakah ekstrimitas itu. Dan layakkah agama Islam yang moderat penuh kasih sayang juga dituduh ekstrim?
Belum lama ini terjadi pencekalan Prof. Nasr Hamid Abu Zayd ketika akan tampil di seminar internasional yang diadakan oleh Universitas Islam Malang, Jawa Timur. Abu Zayd terkenal dengan metode hermeneutik, yaitu penafsiran Al-Quran dengan pendekatan linguistik, yang biasa digunakan untuk menginterpretasi Injil dengan menganalisis kondisi pengarangnya
Hujan merupakan anugerah yang diberikan Allah SWT bagi semua makhluk di alam semesta. Tetesan air yang turun dari langit menjadi sumber kehidupan bagi semua makhluk hidup. Berkat kekuasaan Sang Khalik, setiap saat miliaran liter air berpindah dari lautan menuju atmosfer lalu kembali lagi menuju daratan. Kehidupan pun bergantung pada daur air ini.
فَوَسْوَسَ لَهُمَا الشَّيْطَانُ لِيُبْدِيَ لَهُمَا مَا وُورِيَ عَنْهُمَا مِنْ سَوْآتِهِمَا وَقَالَ مَا نَهَاكُمَا رَبُّكُمَا عَنْ هَذِهِ الشَّجَرَةِ إِلا أَنْ تَكُونَا مَلَكَيْنِ أَوْ تَكُونَا مِنَ الْخَالِدِينَ وَقَاسَمَهُمَا إِنِّي لَكُمَا لَمِنَ النَّاصِحِينَ
Maka syaitan membisikkan pikiran jahat kepada keduanya untuk menampakkan kepada keduanya apa yang tertutup dari mereka yaitu auratnya dan syaitan berkata: "Tuhan kamu tidak melarangmu dan mendekati pohon ini, melainkan supaya kamu berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang-orang yang kekal (dalam surga)”. Dan dia (syaitan) bersumpah kepada keduanya. "Sesungguhnya saya adalah termasuk orang yang memberi nasehat kepada kamu berdua. (QS. Al-A’rof: 20-21)
Ustadz ana mau menanyakan tentang surah Yunus ayat 94 karena kalau diperhatikan ini merupakan pertanyaan bagi orang kafir... Tetapi apa yang sebenarnya terjadi mengapa dikatakan dalam keragu-raguan... Ana belum faham ustad..