Senin, 29/06/2009
Memilih pemimpin bangsa merupakan kewajiban syariah dan keniscayaan untuk mewujudkan kehidupan bangsa yang aman, sejahtera dan bermartabat. Karenanya sebagai Ormas Islam IKADI menyampaikan taujihat dakwah untuk semua kalangan dan komponen bangsa, demi tegaknya nilai-nilai bangsa yang berperadaban dan relijius yang tidak hanya disukai oleh segenap masyarakat dan bangsa, tetapi juga diridhoi Allah SWT.
Bertempat di masjid Al Hijrah, Cisarua, pada Selasa (9/6) yang lalu Dept. Pendidikan dan Pustaka Ikadi menggelar workshop khusus dalam rangka pematangan materi Training The 7 Islamic Daily Habits.
PP Ikadi Gelar Seminar - Moderasi Islam Antara Liberalisme dan Tekstualisme. Ahad, 24 Mei 2009 - Kompleks Pondok Pesantren YAPIDH Bekasi
Senin-Selasa (11/5-12/5) yang lalu, Dr. M. Idris Abdul Shomad (SekJen PP Ikadi) menghadiri Muktamar Alumnus Universitas Saudi Arabia Se-Asia Ke-3. Muktamar kali ini diselenggarakan di Universitas Islam Madinah, Saudi Arabia dengan mengambil tema "Peran Alumnus Universitas Saudi Arabia dalam Permasalahan Keumatan".
Sabtu, 18/4 yang lalu di Ruang Libra, The Executive Club-Sultan Hotel Jakarta. telah digelar Meeting of General Secretary of International Humanitarian Conference on Assistanship for Victims of Occupation (IHCAVO) Palestine . Acara ini digelar atas dasar amanat Deklarasi Jakarta Hasil International Humanitarian Conference on Assistanship for Victims of Occupation (Palestine) pada 31 Oktober – 2 November 2008 lalu, yang diantaranya berisikan “Mendukung berdirinya Dewan Koordinasi bagi institusi-institusi sosial kemasyarakatan yang bekerja untuk membantu dan melindungi bangsa Palestina”.
Tak kurang dari 18 masjid yang selamat dari dahsyatnya tsunami di Nangroe Aceh Darussalam 26 Desember 2004. Begitu juga, sejumlah masjid tetap terjaga dari gempa di Padang, Sumatera Barat. Dan, ketika 'tsunami kecil' melanda kawasan Situ Gintung, Cirendeu, Ciputat, Tangerang Selatan, 27 Maret lalu, Masjid Jabal Rahmah yang berjarak sekitar 20 meter dari titik jebol tanggul, juga tetap utuh dan bahkan menjadi pusat kegiatan pasca bencana.
Cilacap (20/3) – Atas berkah rahmat Allah swt serta kerjasama dan kontribusi dari semua pihak, pembangunan masjid IKADI di jl.Kutilang barat RT 01 RW 11 Kelurahan Donan Cilacap telah selesai dirampungkan. Masjid IKADI dikerjakan selama 4 bulan semenjak pertengahan November 2008.
Senin (6/4) PP IKADI bekerjasama dengan PKPU menyalurkan bantuan untuk korban Situ Gintung berupa perangkat peralatan makan .
Bertempat di Masjid Al Hikmah Ciwangi Purwakarta, Sabtu-Ahad (4-5 April 2009), IKADI Purwakarta mengadakan MABIT dengan tema ”BERSIHKAN HATI, PEDULI SESAMA, SEJAHTERA UMAT” ,yang dihadiri kurang lebih 70 peserta Ikhwan dan Akhwat.
PRESS RELEASE
IKADI BANYUMAS in ACTION
IKADI (Ikatan Da’I Indonesia) Banyumas tahun 2009 ini mencanangkan sebagai tahun “Semarak Ke-Islaman”. Ketua IKADI Banyumas Ust. Mufarihan, Lc mengatakan “ nilai-nilai Islam yang Rahmatan lil’almin saat ini masih terasa “melangit” dalam artian nilai-nilai Islam tersebut belum banyak teraplikasikan dalam kehidupan umat Islam sehari-hari”.
Bagaimana Kita Membaca Al-Quran?
“Maka apakah mereka tidak mentadaburi Al Quran ataukah hati mereka terkunci?” (QS. Muhammad: 24)
Pertanyaan yang layak untuk menjadi renungan kita sebagai hamba beriman. Membaca Al-Quran kemudian mentadaburinya akan semakin membukakan hati untuk dapat merasakan keagungan Allah SWT. Sehingga akan muncullah rasa khusyuk di dada bahkan airmata akan mengalir bersama setaap lantunan ayat yang di baca. Sebuah cerita yang dapat kita ambil ibrohnya, tentang bagaimana Imam Ahmad bin Hanbal mengajari muridnya mentadaburi Al-Quran.
Suatu ketika Imam Ahmad bin Hanbal mendengar bahwa salah seorang muridnya selalu melaksanakan sholat Qiyamullail setiap malam dan menghatamkan Al-Quran sampai sholat fajar.
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْراً أًوْ لِيَصْمُتْ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَاْليَوْمِ الآخِرِ فَلْيُكْرِمْ جَارَهُ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ
[رواه البخاري ومسلم]
Dari Abu Hurairah radhiallahuanhu, sesungguhnya Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah dia berkata baik atau diam, siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah dia menghormati tetangganya dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah dia memuliakan tamunya
- (Riwayat Bukhori dan Muslim)
ISLAM dalam artian yang spesifik adalah wahyu Allah SWT kepada Nabi Muhammad saw berupa ajaran dan tuntunan hidup untuk keselamatan umat manusia di dunia dan akhirat. Islam agama yang sempurna, firmanNya : "Hari ini Aku sempurnakan bagi kalian agamamu…." ( QS. Al-Maidah: 3).
Belum lama ini terjadi pencekalan Prof. Nasr Hamid Abu Zayd ketika akan tampil di seminar internasional yang diadakan oleh Universitas Islam Malang, Jawa Timur. Abu Zayd terkenal dengan metode hermeneutik, yaitu penafsiran Al-Quran dengan pendekatan linguistik, yang biasa digunakan untuk menginterpretasi Injil dengan menganalisis kondisi pengarangnya
Sesungguhnya Kami telah mengutus Rasul-rasul Kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan telah Kami turunkan bersama mereka Al kitab dan neraca (keadilan) supaya manusia dapat melaksanakan keadilan. dan Kami turunkan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia, (supaya mereka mempergunakan besi itu) dan supaya Allah mengetahui siapa yang menolong (agama)Nya dan rasul-rasul-Nya Padahal Allah tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Maha kuat lagi Maha Perkasa.
Karena Aku Tak Ingin Engkau Menyesal
“Kecelakaan besarlah bagiku; sekiranya aku (dulu) tidak menjadikan si fulan itu teman akrab-ku. Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari Al Quran ketika Al Quran itu telah datang kepadaku. Dan adalah syaitan itu tidak mau menolong manusia”. (QS. Al-Furqon: 28-29)
Ungkapan penyesalan memang tak pernah datang di awal. Penyesalan itu terucap ketika semua telah terjadi. Hanya karena satu sebab yang ternyata sangat menentukan.
Ustadz ana mau menanyakan tentang surah Yunus ayat 94 karena kalau diperhatikan ini merupakan pertanyaan bagi orang kafir... Tetapi apa yang sebenarnya terjadi mengapa dikatakan dalam keragu-raguan... Ana belum faham ustad..